Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

KITAB TAFSIR ASMAUL KHUSNA PDF DOWNLOAD

DOWNLOAD

KUMPULAN PUISI KARYA SAPARDI JOKO DAMONO PART 1

Menjenguk Wajah di Kolam Jangan kau ulang lagi menjenguk wajah yang merasa sia-sia, yang putih yang pasi itu. Jangan sekali- kali membayangkan Wajahmu sebagai rembulan. Ingat, jangan sekali- kali. Jangan. Baik, Tuan.a Sapardi Djoko Damono Sajak Kecil Tentang Cinta Mencintai angin harus menjadi siut Mencintai air harus menjadi ricik Mencintai gunung harus menjadi terjal Mencintai api harus menjadi jilat Mencintai cakrawala harus menebas jarak Mencintai-Mu harus menjelma aku Sapardi Djoko Damono Sajak Tafsir Kau bilang aku burung? Jangan sekali-kali berkhianat kepada sungai, ladang, dan batu. Aku selembar daun terakhir yang mencoba bertahan di ranting yang membenci angin. Aku tidak suka membayangkan keindahan kelebat diriku yang memimpikan tanah, tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku ke dalam bahasa abu. Tolong tafsirkan aku sebagai daun terakhir agar suara angin yang meninabobokan ranting itu padam. Tolong tafsirkan aku sebagai hasrat untuk bisa lebih lama bersamamu. Tol...

KUMPULAN PUISI KARYA WIJI THUKUL PART 1

SEORANG BURUH MASUK TOKO masuk toko yang pertama kurasa adalah cahaya yang terang benderang tak seperti jalan-jalan sempit di kampungku yang gelap sorot mata para penjaga dan lampu-lampu yang mengitariku seperti sengaja hendak menunjukkan dari mana asalku aku melihat kakiku, jarinya bergerak aku melihat sandal jepitku aku menoleh ke kiri ke kanan, bau-bau harum aku menatap betis-betis dan sepatu bulu tubuhku berdiri merasakan desir kipas angin yang berputar-putar halus lembut badanku makin mingkup aku melihat barang-barang yang dipajang aku menghitung-hitung aku menghitung upahku aku menghitung harga tenagaku yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik aku melihat harga-harga kebutuhan di etalase aku melihat bayanganku makin letih dan terus diisap 10 september 91 Wiji Thukul MAKIN TERANG BAGI KAMI tempat pertemuan kami sempit bola lampu kecil, cahaya sedikit tapi makin terang bagi kami tangerang, solo, jakarta kawan kami kami satu: buruh kami punya tenag...

KUMPULANN PUISI KARYA W.S RENDRA PART 1

 MASMUR PAGI oleh: W.S. Rendra Kata-kata masmur ini timbul dari asap dapur yang mengepul ke sorga dan di atas tungku dapur itu istriku merebus susu - rahmat-Mu yang pertama. Kata-kata masmur ini lari ke lembah-lembah dan di tepi cakrawala mereka kawini sepi yang lama menantinya. Lembu-lembu masuk ke air mengacau air yang jernih menentang senja dan hari kiamat. Maka di udara yang segar bersebaranlah bau minyak wangi dari jubah malaekat, Tubuh-Mu yang indah Kaubaringkan di gunung yang tinggi dan nampaklah dari bawah bagai awan mandi cahaya. Bebek-bebek pun bertelor kerna Kaujamah dengan tangan-Mu. Ikan-ikan jumpalitan dalam air dan padi melambai-lambai menegur-Mu. Pohon-pohon cemara di gunung menggelitiki tapak kaki-Mu dengan cara yang jenaka. Kau pun lalu bangkit pindah ke lain cakrawala menggeliat dan bersenam indah lalu melangkah menaiki matahari, mendaki, mendaki, mengeringkan celana dan bajuku yang dicuci oleh istriku. Hai, Kamu! Oleh: WS. Rendra Luka-luka di dalam lembaga,...

KUMPULAN PUISI GUSMUS PART 1

1. SIDIK JARI  oleh: Ahmad Mustofa Bisri Awal Syawal 1437 di sini  sidikjarimu ada di mana-mana  ada di daun pintu  ada di jendela  ada di seantero  ruang ini  maka alibimu tak bisa diterima  kau tak mungkin  di tempat lain. 2. KALAU KAU SIBUK KAPAN KAU SEMPAT ? Oleh : Ahmad Mustofa Bisri Kalau kau sibuk berteori saja Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori? Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja Kapan kau sempat memanfaatkannya? Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja Kapan kau sempat menikmati hidup? Kalau kau sibuk menikmati hidup saja Kapan kau hidup? Kalau kau sibuk dengan kursimu saja Kapan kau sempat memikirkan pantatmu? Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja Kapan kau menyadari joroknya? Kalau kau sibuk membodohi orang saja Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu? Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja Kapan orang lain memanfaatkannya? Kalau kau sibuk pamer kepintaran saja Kapan kau sempat membuktikan kepint...